Astral projection atau Proyeksi Astral adalah keluarnya tubuh astral dari tubuh fisik secara alami, spontan, atau disengaja, menurut kehendak.
Peristiwa keluarnya tubuh astral ini juga disebut :
diskoinsidensi, disosiasi, eksternalisasi, atau OBE, out of the body experience dll.
Karena tubuh astral adalah wadah dari kesadaran ( consciousness ) dan perasaan ( feeling ), maka keluarnya dari tubuh fisik ini akan menyebabkan wadag untuk sementara akan kehilangan kesadaran, dan memindahkan sensasi dan perasaan tadi ke tubuh astral yang tetap berhubungan melalui tali astral.
Pada pembiusan, operasi, kecelakaan, seringkali terjadi autoskopi, dimana tubuh astral bisa melihat tubuh fisiknya sendiri tergeletak.
Pada kondisi sakit keras, bertapa, puasa, kelelahan, kurang tidur, pengaruh obat2 tertentu,tubuh astral menjadi kurang stabil, sehingga mudah terlepas dari tubuh fisik dan menyebabkan proyeksi astral.
Proyeksi astral juga secara sengaja dapat dilakukan melalui meditasi. Sesuai dengan kehendak sendiri tubuh astral keluar dari tubuh fisik lantas melakukan perjalanan astral ( astral travel ) sejauh tujuan yang dikehendaki. Konon para wali tiap Jum’at melakukan astral travel untuk bersembahyang di Mekkah.
Menurut penelitian psikologis, proyeksi astral bukanlah merupakan sesuatu yang luar biasa. Bahkan boleh dikata, sadar atau tidak, setiap orang dalam hidupnya tentu pernah mengalaminya. Meskipun kebanyakan dari mereka tidak bisa mengingat dan menganggapnya sebagai mimpi belaka.
Pada waktu tidur, seringkali tanpa sengaja tubuh astral keluar dari tubuh fisik, namun tetap terikat oleh tali astral, siap untuk melayang pergi. Saat itu kesadaran beralih ke tubuh astral.
Seusai melakukan proyeksi, tubuh astral kembali menyatu dengan tubuh fisik, dan ini ditandai dengan kembalinya kesadaran pada tubuh fisik. Biasanya hal ini berlangsung dengan halus dan lancar, dia tetap tidur atau tidak sadar untuk sesaat.
Tetapi kalau ada gangguan suara atau hal2 lain yang membuat yang tidur menjadi kaget, maka tali astral akan tersentak, dan orang itu akan terbangun dengan gragapan , kaget, berkunang-kunang. Oleh karenanya sebaiknya dihindarkan membangunkan orang yang sedang tidur secara kasar atau mengagetkan, untuk mencegah terjadinya keguncangan hebat yang bisa membahayakan jiwa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar